Di tanah Marapu, kuda bukan sekadar hewan ternak, melainkan simbol kedaulatan dan harga diri bagi laki-laki Sumba. Keberadaan Kuda Sumba atau yang dikenal sebagai Sandalwood Pony telah menyatu dalam struktur sosial dan sejarah peperangan lokal. Bagi masyarakat setempat, menunggangi kuda yang tangguh adalah representasi dari kekuatan, keberanian, dan martabat.
Sejarah mencatat bahwa dalam perang tradisional antarkampung di masa lalu, menjadi aset tempur yang paling utama. Ketangkasan kuda ini dalam melintasi padang sabana yang terjal memberikan keuntungan taktis yang besar bagi para prajurit. Seekor kuda yang terlatih dengan baik mampu memahami gerak-gerik tuannya saat berada di medan laga.
Peran kuda dalam peperangan tidak hanya terbatas pada kekuatan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi diplomasi. Kepemilikan Kuda Sumba dengan ciri fisik tertentu sering kali menentukan posisi tawar seorang bangsawan dalam negosiasi perdamaian atau sengketa lahan. Kuda menjadi mahar atau simbol perdamaian yang sangat dihormati oleh semua pihak.
Kini, semangat perang tradisional tersebut bertransformasi ke dalam tradisi Pasola yang sangat mendunia dan penuh energi spiritual. Dalam ritual ini, dipacu dengan kecepatan tinggi sementara penunggangnya saling melempar lembing kayu ke arah lawan. Pasola adalah bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus ajang pembuktian ketangkasan berkuda bagi pemuda Sumba.
Persiapan kuda untuk mengikuti Pasola dilakukan dengan sangat teliti, mulai dari pemberian pakan hingga ritual pembersihan khusus. Masyarakat percaya bahwa Kuda Sumba yang digunakan dalam ritual suci ini harus berada dalam kondisi prima agar tidak membawa sial. Hubungan batin antara kuda dan pemiliknya menjadi kunci keberhasilan dalam melewati prosesi yang berbahaya.
Selain dalam budaya perang dan ritual, kuda juga memegang peranan penting sebagai alat transportasi di daerah pedalaman. Ketangguhan Kuda Sumba dalam membawa beban berat di bawah terik matahari membuktikan daya tahan alaminya yang sangat luar biasa. Hal ini menjadikan kuda sebagai mitra setia manusia dalam bertahan hidup di lingkungan yang menantang.
Nilai ekonomi dari seekor kuda berkualitas tinggi di Sumba bisa mencapai harga yang sangat fantastis di pasar. Harga diri sebuah keluarga sering kali diukur dari seberapa banyak dan seberapa hebat Kuda Sumba yang mereka miliki di kandang. Kuda adalah investasi budaya dan sosial yang nilainya tidak akan pernah luntur oleh zaman.