Melihat Anyaman Gurita dari Bambu: Keunikan Kerajinan Tangan di Nusa Penida

Pulau Nusa Penida, yang terkenal dengan keindahan alam bawah laut dan tebing karangnya yang ikonik, ternyata menyimpan kekayaan budaya berupa kerajinan tangan yang unik. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah seni Melihat Anyaman Gurita yang terbuat dari bambu. Kerajinan ini tidak hanya memamerkan keterampilan tinggi para perajin lokal, tetapi juga menjadi simbol kreativitas yang terinspirasi langsung dari biota laut yang melimpah di sekitar pulau. Melihat Anyaman Gurita ini adalah pengalaman visual yang memukau, di mana material bambu yang kaku diubah menjadi replika makhluk laut dengan detail yang luar biasa realistis, menjadikannya salah satu suvenir paling dicari wisatawan. Fenomena Melihat Anyaman Gurita ini merupakan upaya pelestarian tradisi sekaligus inovasi ekonomi kreatif di Nusa Penida.

Seni anyaman bambu gurita ini berpusat di Desa Tanglad, sebuah desa yang terletak di bagian timur pulau. Kerajinan ini dipelopori oleh kelompok perajin yang tergabung dalam Sanggar Seni Adhi Kencana, yang secara resmi didirikan pada tahun 2020. Mereka berinovasi menggunakan bambu jenis bambu tali yang dikenal lentur namun kuat, ideal untuk ditekuk dan dianyam membentuk lengan-lengan gurita yang detail. Proses pembuatannya sangat rumit, dimulai dari penjemuran bambu selama tujuh hari, pemotongan menjadi bilah-bilah tipis, hingga proses perendaman dalam air garam selama 48 jam untuk mencegah hama dan jamur, sebuah teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Ketua Sanggar Adhi Kencana, I Made Suardana (50 tahun), menjelaskan bahwa setiap anyaman gurita berukuran sedang membutuhkan waktu pengerjaan minimal tiga hari oleh satu perajin. “Bagian paling sulit adalah membentuk delapan lengan gurita agar terlihat dinamis dan menonjolkan tekstur hisapannya,” ujar I Made Suardana dalam keterangannya yang dicatat pada Senin, 23 September 2024. Harga jual kerajinan ini bervariasi, mulai dari Rp 350.000 untuk ukuran kecil hingga mencapai Rp 2.500.000 untuk patung gurita berukuran besar yang biasa dijadikan dekorasi hotel.

Keunikan ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Klungkung. Pada tanggal 10 Oktober 2024, Dinas tersebut memberikan bantuan berupa pelatihan manajemen pemasaran digital kepada 30 perajin di Desa Tanglad untuk membantu mereka menjangkau pasar yang lebih luas di luar Bali. Kerajinan gurita bambu ini tidak hanya mendukung ekonomi lokal tetapi juga berperan sebagai media edukasi. Turis yang datang, baik domestik maupun mancanegara, tidak hanya membeli suvenir, tetapi juga mendapatkan cerita tentang keahlian perajin lokal dan pentingnya menjaga ekosistem laut yang menjadi inspirasi kerajinan ini. Dengan dukungan pemerintah dan inovasi berkelanjutan, anyaman gurita dari bambu ini diharapkan dapat terus menjadi ciri khas Nusa Penida yang otentik.